Anggi Tanjung ♉ Pencinta kata. Penikmat sajak. Deskripsi panjang lebar. Lebih seperti buku curhat tapi semoga bisa dinikmati pemilik perasaan yang serupa. selamat datang ! :)
Terima kasih karena selalu ada dititik terendah hidup aku, semoga kita bisa sama-sama tahan akan proses untuk satu niat baik @tommyardhie  . Aku rindu.

Terima kasih karena selalu ada dititik terendah hidup aku, semoga kita bisa sama-sama tahan akan proses untuk satu niat baik @tommyardhie . Aku rindu.

Friday, February 21, 2014
#RelawanTanpaBayaran #ANB2014 with @turuntanganMLG – View on Path.

#RelawanTanpaBayaran #ANB2014 with @turuntanganMLG – View on Path.

Sunday, February 16, 2014
Sahabatan udah hampir 10 tahun. Dari putih biru sampe udah ada Baby Zahira masih awet masih kompak. Semoga semakin kompak sampe Zahira, Zahira selanjutnya yah :”) {}

Sahabatan udah hampir 10 tahun. Dari putih biru sampe udah ada Baby Zahira masih awet masih kompak. Semoga semakin kompak sampe Zahira, Zahira selanjutnya yah :”) {}

Monday, February 10, 2014
As always, my multivitamin. I love you, Asmaya :”)

As always, my multivitamin. I love you, Asmaya :”)

Tuesday, February 4, 2014

Terkadang hidup akan jauh sempurna dan bahagia ketika kita ikhlas melepaskan dia yang memutuskan pergi.

“Selamat ulang tahun, semoga …………………….. aamiin”

Bogor, 04 Februari 2014

Sudah berganti bulan masih ada doa yang berlandaskan tanggal dimana aku lahir. Sudah berganti bulan dan masih ada moment tiup lilin untuk wanita yang merayakan 23 tahun hidupnya di dunia. Sudah lama moment itu lewat dan aku baru bisa membaginya sekarang. Yes, happiness only real when share ! Thats why i’ll share my happiness to you ….

Kebahagiaan pertama di awal tahun adalah liburan bareng adeknya pacar, hangat dan sangat menyenangkan. Kemudian, tanggal dimana aku berkurang jatah hidupnya di bumi, kebahagiaan lain menghampiri. Aku tak pernah menyangka akan ada moment tiup lilin dalam perayaan kali ini. Lilin pertama yang aku padamkan adalah pemberian dari temen-temen kostan : Kertoleksono’s Sister

Malam menjelang, di hari yang sama Yudis mengajak aku pergi keluar. Aku sedikit curiga pasti ada apa-apa ini, namun dia memaksa untuk mengikuti malam itu. Seperti dugaan ku, aku dibawa ke kafe dimana disana sudah ada Hizu dan Ikbal. Tak lama kami mengobrol mas-mas kafe mengantarkan segelas ice cream chocolate dengan lilin diatasnya, lagu “selamat ulangtahun” terdengar mengiringi. Haru. 

Aku fikir sudah selesai moment tiup lilin untuk ulangtahun ku. Namun walaupun sudah berganti bulan tak menghalangi niat para sahabat ku untuk merayakannya ketika aku pulang ke rumah. Niat hati ingin berjumpa kemudian menjenguk Egy yang sakit namun apa daya tangis pecah ketika Opy membawa kue dan lilin berangka 23 ke hadapan ku. Egy, Mbenk, Aldy dan si Pacar secara kompak menyanyikan lagu “selamat ulang taun”. Bagaimana tak terkejut, hari itu aku akan menjenguk Egy namun pacar mengkonfirmasi tak akan ikut menjenguk, secara tiba-tiba ia datang menghampiri dengan senyum. Ya Tuhan, mereka bersengkongkol, fikirku.

Kebahagiaan macam apa ini ? Bertumpuk-tumpuk, Alhamdullilah Ya Rab, alhamdullilah :”))))

Terima kasih untuk para teman baik, sahabat, pasangan dan keluarga atas doa tiada henti yang mengatas namakan Anggi Tanjung, pun doa yang sama untuk para pemberi doa. Barakallah :”)

Sunday, January 12, 2014
"JIka aku marah, kecewa dan diam, jangan kembali marah dan berbicara panjang. Kamu cukup peluk saja."
Saturday, January 11, 2014

Hello 2014 ..

Good bye 2013, welcome 2014 …

Agak telat pake banget emang kayanya buat nulis satu kalimat diatas, tapi gak ada salahnya buat share evaluasi dan resolusi gue kali ini ..

2013, thank you so much untuk segala cerita yang ada di dalamnya. Orang – orang yang datang dan pergi, singgah sesekali sebagai pewarna hingga pemberi luka. Gak pernah nyangka 2013 adalah tahun terberat setelah 2009 kemarin, banyak momentum yang bikin gue makin sadar tentang arti hidup, keluarga , sahabat, teman dan juga akan masa depan.

Mengenai jarak, pun gue berterima kasih atas mental yang semakin kuat karenanya. Bertahan di lingkungan baru, kehilangan alasan melanjutkan perjuangan, kebimbangan menentukan cita adalah salah satu kerikil dalam perjalanan 2013 kemarin. Ketika jauh dari kehangatan keluarga inti, ketika tidak dapat berbagai canda dan tangis dengan sahabat sejati, ketika tangan tak dapat meraih genggaman kekasih adalah hal yang semakin membuat 2013 menjadi mozaik yang sempurna.

2013 mengajarkan mengenai “rumah dan keluarga”

“Rumah/Keluarga tidak melulu mengenai ikatan darah tapi ini adalah perihal dimanapun Anda dicintai dan mencintai. Jika Anda menemukan teman/sahabat yang mencintai Anda, pun dengan Anda, sebutlah mereka rumah/keluarga Anda. Kembalilah ke rumah jika sudah lelah berkelana, ceritakan apapun yang telah kau dapatkan.”

Hal ini bener-bener gue dapetin ketika gue pulang kampung ke Bogor. Gimana temen-temen baik gue nunggu cerita yang ingin gue sampaikan selama berkelana di Malang. Pernah suatu hari sahabat gue bilang, “Njung, cepet pulang ya. Ceritain segala pengalaman dan ilmu yang udah lo dapetin di Malang” – Novalita Amanah. Atau ketika Attar bilang, “Kapan pulang, mate? Gue kangen cerita-cerita sama lo”. Sesederhana itu, gue nyebut mereka (salah satu) rumah/keluarga gue. Bahagia ? Alhamdullilah, sangat.

Teringat salah satu kejadian ketika lagi sama salah satu sahabat gue, Denny Ibrahim. Malem itu kita lagi beli makanan gak jauh dari kostannya. Disana, Denny ketemu sama seniornya. “Mba Cum, ini sahabat aku, Anggi” – Spontanitas dia ngenalin gue sama seniornya itu. Jujur, gue kanget Denny ngomong gitu, gue ngerasa tersanjung dikenalin Denny sebagai sahabat. And, i found another home.

Rumah gue yang lain adalah persahabatan yang udah gue bangun dari SMA. The boys yang bikin gue punya abang, pacar, adik, partner in crime, teman minum kopi, berpetualang dan hal indah lainnya. Hingga semakin waktu, semakin intim persahabatan kami. Dominasi pria dalam rumah gue yang ini ngebuat gue selalu ngerasa aman dan dilimpahi kasih yang bergelimang. Perhatian dan cinta ala pria-pria rumah yang emang beda. Mereka gak suka mengumbar perhatiannya, namun siaga dari kejauhan. Toh hingga akhirnya gue “terjatuh” mereka orang pertama yang mengulurkan tangan dan menyeka air mata gue.

D’Reck. Rumah kali ini adalah kepunyaan gue dengan sahabat-sahabat gue dari SMP. Dari awal kita nge-genk-gonk, berponi depan, pertama kali pacaran, pertama kali merasakan sakitnya patah hati,masuk SMA yang berbeda, tempat kuliah yang berbeda, pekerjaan yang berbeda hingga masing- masing sekarang menjadi pribadi yang lebih dewasa dan melahirkan keluarga baru lainnya dengan kedatangan Ratu Zahira Amalia sebagai “anak pertama” yang lahir dari anggota D’Reck. Hampir 10 tahun kita bertahan dalam sebuah makna persahabatan. Tak ada masalah yang berarti menerpa ketahanan pondasi rumah kami. Walau jarang berkomunikasi, jarang berbagai, jarang bertemu namun kami masih memiliki banyak alasan untuk tetap sama-sama bertahan di rumah. Selalu ada alasan untuk kembali ke rumah ini.

Gak bisa gue ceritain gimana gue sangat bersyukur punya sahabat-sahabat yang baik luar dalam. Yang menganggap gue sahabatnya dan sebaliknya. Rumah dimana alasan gue berpulang.

Assalamualaikum 2014 ..

January is mine. Awal Januari yang diisi dengan jalan-jalan bareng adik si pacar. Januari yang bikin usia makin bertambah selangkah dengan kematian. Januari yang semakin mendekatkan dengan kepulangan ke rumah. Januari sebagai lembaran baru dari sebuah kisah.

Awal tahun ini gue gak pernah punya resolusi neko-neko. Hanya ingin Allah mempermudah segala urusan dan Ia tidak mempersulit ( Allahumma Yassir waala tu’assir) dan dijauhkan dari segala ketidak baikan dan penyakit lahir dan bathin.

Nb :

Ya Rab, semoga tahun ini hamba-Mu dan teman-teman seperjuangan di SAP dapat lancar dalam hal skripsi hingga akhirnya memperoleh gelar sarjana. Ridhai niat kami menuntut ilmu karena ibadah terhadap-Mu. Jauhilah kami dari birokrasi yang berbelit-belit. Aamiin. ( yg baca postingan ini bisa ikut meng-aamiin-kan kok, Terima kasih) 

:)

"Kenyamanan, bahaya yang paling dicari orang."
(via zarryhendrik)
"Jika seorang lelaki tidak bekerja, marahlah! Jika ia tidak mendapat pekerjaan, bantulah! Jika ia tidak mau bekerja, tinggalkanlah!"
(via zarryhendrik)
 
Next page